Tips Meningkatkan Kemampuan Bicara

February 10, 2010

Sudah saatnya bagi orangtua,terapis,psikolog,maupun dokter untuk mulai secara serius bila mendapatkan putra-putrinya,kliennya mengalami kesulitan ketika mereka akan menyampaikan sesuatu,terutama jika mereka memiliki kemampuan bahasa yang minim ketika bicara.

Kemampuan berbahasa memiliki peran penting bagi individu ketika ia bermaksud membangun jembatan komunikasi sosial dengan orang lain,terutama teman sebayanya. Ketidak mampuan bahasa akan mngubah pemahaman orang lain terhadap diri individu yang bersangkutan. Kesalahan persepsi tentu saja akan berdampak negatif yang tidak jarang akan merugikan individu yang bersangkutan.
Dr. Paul,dalam The New York Times memaparkan tips bagi orang tua guna meningkatkan kemampuan pidato putra-putrinya. “Biarkan anak anda terbiasa dengan membaca sesuai yang ia inginkan,tanpa terkecuali bahkan ketika ia memilih untuk membaca dengan bersuara,carilah bahasa yang mudah dimengerti dan membuat ia nyaman dalam berkomunikasi dengan mereka,dan yang terpenting berilah selalu perhatian ketika mereka mulai bicara” demikian kata Dr. Paul.

— Sent with System SEVEN – the new generation of mobile messaging


Dendam membuat Manusia Depresif

February 9, 2010

Menyimpan perasaan dendam ternyata menyebabkan manusia menjadi depresif dan mengalami kesulitan sosial.

Ketika individu mulai menjalin hubungan sosial dengan individu lainnya, disadari atau tidak manusia telah melibatkan diri dengan persoalan sosial. Perasaan senang akan diperoleh manusia ketika individu mendapatkan apa yang diharapkan. Sementara seorang individu akan mengalami penderitaan bila harapan yang diinginkan ternyata tidak terpenuhi. Maslow selalu menetapkan need (kebutuhan) sebagai cikal bakal persoalan hidup manusia. Baru-baru ini telah dilakukan penelitian tentang hubungan antara perasaan dendam dengan deprsifitas individu. Penelitian yang dilakukan di Havard University ini membuahkan kesimpulan tentang adanya korelasi positif antara perasaan dendam dengan depresifitas individu. Roger Blomer,pimpinan tim peneliti menyampaikan adanya kecenderungan depresifitas pada individu yang pendendam
Melampiaskan kekesalan dengan cara yang efektif akan menghilangkan perasaan dendam pada diri individu yang bersangkutan,sehingga memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk terhindar dari depresifitas. (A01)

— Sent with System SEVEN – the new generation of mobile messaging


Hipokinetik,pada Anak Usia Sekolah

February 9, 2010

Hipokinetik adalah suatu gejala penyimpangan mental yang ditandai dengan kepasifan gerak dan respon pada individu penderitanya.

Sekilas anak-anak penderita hipokinetik akan dianggap sebagai anak downsyndrom,namun sebenarnya gejalanya sangatlah berbeda. Anak penderita hipokinetik sebenarnya lebih disebabkan karena kelambatan motorik yang terjadi sehingga penderita menjadi sangat pasif. Beberapa kasus ditemukan lebih karena physical traumatic yang mengganggu otak. Namun beberapa kasus hipokinetik tidak disertai keterlambatan intelektual. Francis Baldruate, meneliti beberapa sample penderita hipokinetik bisa disembuhkan dengan Sensory Integration Therapy. (A01)

— Sent with System SEVEN – the new generation of mobile messaging


Metode Advertensi untuk Anak Berkebutuhan Khusus

February 9, 2010

Anda ingin membantu anak-anak yang memilikl IQ dibawah rata-rata? Metode Advertensi barangkali bisa menjadi langkah yang paling sederhana namun efektif.

Metode Advertensi ini pertama kali disampaikan Eko Budhi Purwanto pada tahun 2001 untuk terutama membantu para terapis dan para orang tua bila mengalami kesulitan dalam menangani putra-putrinya yang mengalami kesulitan belajar.
Metode Advertensi berisi langkah-langkah yang termudah untuk memberi informasi baru bagi anak-anak yang mengalami kesulitan belajar karena keterbatasan kapasitas intelektual. Langkah tersebut antara lain: 1. Informasi harus disampaikan secara bombastis
2. Informasi harus diberikan dengan suara yang keras
3. Informasi harus berdurasi pendek
4. Materi harus disampaikan berulang-ulang
5. Selalu diusahakan sebuah Klimaks yang menyenangkan dan menarik. Metode Advertensi sudah digunakan oleh banyak praktisi dan hasilnya sangat memuaskan.


Intelegensi….Benarkah bersifat Genetik?

February 9, 2010

Banyak opini yang terus berkembang seputar masalah keberadaan intelegensi pada individu.

Diskusi yang selalu berkembang adalah persoalan mengenai apakah kapasitas intelegensi itu diturunkan atau akibat adanya perlakuan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Balai Kajian Ilmiah Grahita Indonesia telah meneliti perbandingan antara anak yang mempunyai keterlambatan mental,dengan orang tua mereka pada beberapa sekolah luar biasa di Indonesia. Hasil menunjukan bahwa 97,3% dari penyandang IQ ideot berasal dari pasutri dengan intelegensi normal. 1.8% anak “Yatim dan\ atau piatu”,1,2% berasal dari keluarga pasutri yang memiliki IQ di bawah normal.
Data ini memberi suatu kesimpulan bahwa gen tidak selalu membawa pengaruh terhadap kapasitas intelektual,minimal terhadap kasus kecelaruan mental.(A01)


Gunakan Attachment Teory ketika bernegosiasi dengan Si Kecil

February 8, 2010

Attachment Teory sangat handal digunakan Ketika Orang tua bernegosiasi dengan putra-putrinya.

Attachment Teory,yang lebih lazim disebut Teori Konpensasi ini,pada mulanya dipaparkan oleh John Bowby. Teori ini berisi beberapa langkah pendekatan yang mampu membangun hubungan orang tua dan anak. Langkah-langkah yang dimaksud adalah termasuk cara-cara pemberian konpensasi positif atas kerugian yang dialami anak atas penerapan kesepakatan yang dibuat oleh orang dewasa.
Kemudian konsep-konsep dari teori ini bahkan menjadi fokus perhatian para profesional. Teori ini menekankan betapa pendekatan awal secara emosional sangat berpengaruh dalam membangun hubungan sosial. Bowby berpendapat bahwa dimasa awal kehidupannya (infant era),seorang individu memiliki dua kebutuhan emosional yang sangat dominan yakni kebutuhan untuk selalu akrab dengan orang-orang terdekatnya,dan kebutuhan untuk selalu ditunggui.
Kebutuhan ini akan terus terpatri di dalam diri individu sampai pada masa kanak-kanaknya. Attachment Teory banyak dipakai ketika orang tua harus bernegosiasi dengan putra-putri mereka.


Dibalik Kasus Pengadilan Massa…

February 8, 2010

Hilangnya kepercayaan Masyarakat terhadap penanganan Aparat dan Penegak Hukum Menjadi pemicu utama Kecenderungan Massa Bertindak Anarkhis terhadap para Pelaku Kejahatan.

Indonesia menjadi biasa melihat pemandangan peristiwa anarkhis terhadap para pelaku kejahatan. Mereka bahkan tak segan-segan menghabisi secara keji orang yang baru diduga melakukan kejahatan. Secara psikologis massa akan bergerak melakukan pelanggaran etika sosial karena mereka bisa melampiaskan segalanya “hampir tanpa konsekuensi”. Mereka berfikir bahwa tanggung jawab mereka ditanggung secara bersama-sama. Demikian kata Eko Budhi Purwanto ketika GINEWS meminta pendapatnya tentang kasus pengadilan massa yang terjadi di Lombok baru-baru ini.
Ketika dimintai pendapatnya mengenai apa yang harus dilakukan berkaitan dengan kasus ini,Eko berpendapat bahwa Hilangnya kepercayaan Masyarakat terhadap penanganan Aparat dan Penegak Hukum Menjadi pemicu utama Kecenderungan Massa Bertindak Anarkhis terhadap para Pelaku Kejahatan.
Sehingga tak ada cara lain kecuali melakukan investigasi tuntas kasus ini. Para penegak hukum terkait bisa meminta bantuan media untuk mencari bukti fakta kebenaran atas kasus tersebut. Rekaman
video,rekaman gambar bisa dijadikan bukti autentik keterlibatan mereka.
Bisa saja tersangka utamanya justru menjadi otak penggeraknya. Banyak upaya mestinya bisa dilakukan oleh pihak kepolisian saat kejadian berlangsung seperti melakukan koordinasi dengan tokoh masyarakat setempat secara cepat. Bekerja sama dengan Kodim atau minimal koramil yang terkait.
Apapun alasannya,kasus pengadilan massa justru akan membuat panjang sejarah traumatik masyarakat yang bisa lebih berat dibanding trauma gempa bumi.


Mind Reading merupakan Unsur Utama Kecerdasan Sosial

February 7, 2010

Sadar atau tidak, kita selalu terlibat dengan persoalan-persoalan psikologis.
(Annie Murphy)
Jika bayi mulai menangis beberapa jam setelah minum botol terakhir, ibunya tahu persis apa yang ia rasakan: Dia lapar. Tapi bagaimana kalau seorang wanita mata penuh dengan air mata sementara ia menonton DVD.  Dia mungkin sedang berfikir: Film ini sangat tragis.  Tapi mungkin juga dia  berpikir tentang bagaimana cerita mengingatkan dia tentang masalah perkawinannya sendiri.  Atau mungkin dia bahkan tidak menyadari bahwa dia sedang berada dalam imajinasi yang tidak nyata.

Setiap hari, kita selalu melakukan hal-hal yang akan melibatkan perasaan. Ketika kita sedang mengharapkan kenaikan gaji, bermusuhan dengan anak-anak atas pekerjaan rumah, atau saat kita menilai apakah orang yang sedang dekat dengan kita bisa diandalkan atau tidak. Semua kegiatan ini kemudian akan membangkitkan usaha-usaha untuk mengumpulkan informasi sebayak-bayaknya tentang pemahaman barru yang mulai kita dapatkan. Kemampuan ini kemudian lazim disebut sebagai mindsight

Daniel Siegel, UCLA menyebut mindsight sebagai sesuatu yang memungkinkan otak  untuk membuat pemetaan pemahaman (mind-reading).

Mind-reading   tidak bisa disamakan dengan superhero, atau  telepati. Mind reading merupakan cara yang dipakai manusia untuk  memahami perilaku orang lain dan memutuskan langkah selanjutnya. Membaca pikiran memungkinkan kita untuk bernegosiasi, bersaing, bekerja sama, dan mencapai kedekatan emosional dengan orang lain

Ketidakmampuan melakukan mind-reading dapat menimbulkan konflik yang muncul karena terjadinya kesalahpahaman. Tentu saja hal tersebut dapat membuat kita merasa terisolir.. (A01)

Sumber: wash@post.wordpress.com


Beberapa Cara untuk Membantu Anak-anak Penderita Disleksia

February 7, 2010

Penderita disleksia cukup banyak di Indonesia. Mereka membutuhkan bantuan anda agar mampu mengikuti setiap pelajaran. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu mereka.

1.Usahakan agar benar-benar aktif dalam mendampinginya dari waktu ke waktu.

Penderita disleksia setiap saat akan menemukan kesulitan-kesulitan. Dan bila kita biarkan mereka mencari jawabannya sendiri,maka ketika menemukan kegagalan demi kegagalan,si penderita justru akan menjadi semakin bodoh. Keadaan tersebut akan memperburuk penyimpangannya.

2.Memberikan dorongan sedemikian rupa untuk mengembalikan kepercayaan dirinya

Penderita disleksia akan cenderung  menghabiskan waktunya untuk mencari cara dalam usahanya untuk menguasai sejumlah materi pelajaran seperti,membaca,menulis dan hitungan-hitungan. Perjuangan ini hanya akan tetap bertahan apabila kepercayaan dirinya terus terjaga

3.Buatlah semenarik mungkin ketika mengajarinya membaca

Hampir semua anak penderita disleksia tidak suka pelajaran membaca,karena membaca adalah pekerjaan yang paling berat bagi dirinya. Carilah isi bacaan yang disukai oleh subjek,sehingga hal tersebut akan menjadi menarik bagi subjek untuk terus mambacanya walaupun sulit.

4.Berikan model peran ,seperti orang-orang sukses yang disleksia

Model peran  sangat penting mereka untuk meningkatkan semangatnya, dan tidak selalu harus Albert Einstein, karena mungkin itu terlalu kuno. Ambilah misalnya Orlando Bloom,Jackie Chan,Mc Dreamy,Patrick Dempsey (ini adalah tokoh-tokoh pria sukses yang disleksia). Untuk wanita bisa diberikan tokoh: Selma Hayek,Jewel,Whoopi Goldberg yang tentu akan membangkitkan semangat dan harapan kesembuhan pada dirinya.

5.Bantu mereka dengan teknologi  yang membantu

Memberikan komputer saja untuk anak-anak disleksia  tidak akan sangat membantu. Berikan mereka software seperti Dragon Naturally Speaking atau Kurzweil 3000 . Biarkan mereka belajar sampai ia benar-benar menguasainya .

6.Gunakan Metode Pendekatan Multi-Sensori

Wilson Reading System. Orton-Gillingham, dan Slingerland Approach merupakan pendekatan pengajaran Multi-sensori. Mengajar mereka dengan pendekatan multi-sensori akan sangat membantu proses recoverynya.Ke enam cara ini bisa anda gunakan untuk bisa membantu mereka. (A01)

Sumber: Plotvc.covic@yahoo.uk


Kosmetik pada Wanita Membuat Pria lebih Agresif dalam Melakukan Pendekatan

February 7, 2010

Kosmetik sudah merupakan hal lazim di pakai oleh wanita di Indonesia. Kosmetik seakan menjadi bagian yang begitu penting bagi,terutama wanita yang tinggal di kota.

Tentu saja kosmetik memang membuat kepercayaan diri bagi wanita pemakainya meningkat. Ada beberapa studi yang meneliti tentang penggunakaan make-up kosmetik ini. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa kosmetik akan menjadi kebiasaan yang “adiktif” bagi pemakainya. Itu berarti bahwa wanita yang sudah terlanjur menggunakan kosmetik dalam kesehariannya akan merasa tidak nyaman bila ia tidak menggunakannya.

Nicolas Guéguen,telah berhasil melakukan penelitian yang mengarah pada hasil kesimpulan bahwa pemakaian kosmetik pada wanita cenderung meningkatkan agresifitas pria untuk mengadakan pendekatan. Penelitian ini dilakukan terhadap beberapa wanita di beberapa bar.

Berikut adalah hasil penelitiannya.
Waktu rata-rata waktu sebelum kontak pertama oleh seorang pria:
Ketika mengenakan make up kosmetik: 17,09 menit
Ketika tidak memakai make-up: 23,08 menit

Jumlah rata-rata laki-laki yang membuat kontak selama satu jam pengamatan:
Ketika mengenakan makeup: 2,07
Ketika tidak memakai make up: 1,57

Kesimpulan akhir yang didapat ialah bahwa, ada korelasi negatif antara dua variabel yang terakhir  (masing-masing -0,54 dan -0,61). Dengan kata lain, semakin cepat para perempuan itu pertama kali mendekati (lebih kecil berlalu waktu), semakin besar jumlah kali bahwa mereka didekati selama periode pengamatan penuh.

Sumber: GadSad@live.com.