Sudah saatnya bagi orangtua,terapis,psikolog,maupun dokter untuk mulai secara serius bila mendapatkan putra-putrinya,kliennya mengalami kesulitan ketika mereka akan menyampaikan sesuatu,terutama jika mereka memiliki kemampuan bahasa yang minim ketika bicara.
Kemampuan berbahasa memiliki peran penting bagi individu ketika ia bermaksud membangun jembatan komunikasi sosial dengan orang lain,terutama teman sebayanya. Ketidak mampuan bahasa akan mngubah pemahaman orang lain terhadap diri individu yang bersangkutan. Kesalahan persepsi tentu saja akan berdampak negatif yang tidak jarang akan merugikan individu yang bersangkutan.
Dr. Paul,dalam The New York Times memaparkan tips bagi orang tua guna meningkatkan kemampuan pidato putra-putrinya. “Biarkan anak anda terbiasa dengan membaca sesuai yang ia inginkan,tanpa terkecuali bahkan ketika ia memilih untuk membaca dengan bersuara,carilah bahasa yang mudah dimengerti dan membuat ia nyaman dalam berkomunikasi dengan mereka,dan yang terpenting berilah selalu perhatian ketika mereka mulai bicara” demikian kata Dr. Paul.
— Sent with System SEVEN – the new generation of mobile messaging
Posted by grahita
Ketika individu mulai menjalin hubungan sosial dengan individu lainnya, disadari atau tidak manusia telah melibatkan diri dengan persoalan sosial. Perasaan senang akan diperoleh manusia ketika individu mendapatkan apa yang diharapkan. Sementara seorang individu akan mengalami penderitaan bila harapan yang diinginkan ternyata tidak terpenuhi. Maslow selalu menetapkan need (kebutuhan) sebagai cikal bakal persoalan hidup manusia. Baru-baru ini telah dilakukan penelitian tentang hubungan antara perasaan dendam dengan deprsifitas individu. Penelitian yang dilakukan di Havard University ini membuahkan kesimpulan tentang adanya korelasi positif antara perasaan dendam dengan depresifitas individu. Roger Blomer,pimpinan tim peneliti menyampaikan adanya kecenderungan depresifitas pada individu yang pendendam
Sekilas anak-anak penderita hipokinetik akan dianggap sebagai anak downsyndrom,namun sebenarnya gejalanya sangatlah berbeda. Anak penderita hipokinetik sebenarnya lebih disebabkan karena kelambatan motorik yang terjadi sehingga penderita menjadi sangat pasif. Beberapa kasus ditemukan lebih karena physical traumatic yang mengganggu otak. Namun beberapa kasus hipokinetik tidak disertai keterlambatan intelektual. Francis Baldruate, meneliti beberapa sample penderita hipokinetik bisa disembuhkan dengan Sensory Integration Therapy. (A01)
Metode Advertensi ini pertama kali disampaikan Eko Budhi Purwanto pada tahun 2001 untuk terutama membantu para terapis dan para orang tua bila mengalami kesulitan dalam menangani putra-putrinya yang mengalami kesulitan belajar.
Diskusi yang selalu berkembang adalah persoalan mengenai apakah kapasitas intelegensi itu diturunkan atau akibat adanya perlakuan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Balai Kajian Ilmiah Grahita Indonesia telah meneliti perbandingan antara anak yang mempunyai keterlambatan mental,dengan orang tua mereka pada beberapa sekolah luar biasa di Indonesia. Hasil menunjukan bahwa 97,3% dari penyandang IQ ideot berasal dari pasutri dengan intelegensi normal. 1.8% anak “Yatim dan\ atau piatu”,1,2% berasal dari keluarga pasutri yang memiliki IQ di bawah normal.
Attachment Teory,yang lebih lazim disebut Teori Konpensasi ini,pada mulanya dipaparkan oleh John Bowby. Teori ini berisi beberapa langkah pendekatan yang mampu membangun hubungan orang tua dan anak. Langkah-langkah yang dimaksud adalah termasuk cara-cara pemberian konpensasi positif atas kerugian yang dialami anak atas penerapan kesepakatan yang dibuat oleh orang dewasa.
Indonesia menjadi biasa melihat pemandangan peristiwa anarkhis terhadap para pelaku kejahatan. Mereka bahkan tak segan-segan menghabisi secara keji orang yang baru diduga melakukan kejahatan. Secara psikologis massa akan bergerak melakukan pelanggaran etika sosial karena mereka bisa melampiaskan segalanya “hampir tanpa konsekuensi”. Mereka berfikir bahwa tanggung jawab mereka ditanggung secara bersama-sama. Demikian kata Eko Budhi Purwanto ketika GINEWS meminta pendapatnya tentang kasus pengadilan massa yang terjadi di Lombok baru-baru ini.
Jika bayi mulai menangis beberapa jam setelah minum botol terakhir, ibunya tahu persis apa yang ia rasakan: Dia lapar. Tapi bagaimana kalau seorang wanita mata penuh dengan air mata sementara ia menonton DVD. Dia mungkin sedang berfikir: Film ini sangat tragis. Tapi mungkin juga dia berpikir tentang bagaimana cerita mengingatkan dia tentang masalah perkawinannya sendiri. Atau mungkin dia bahkan tidak menyadari bahwa dia sedang berada dalam imajinasi yang tidak nyata.
1.Usahakan agar benar-benar aktif dalam mendampinginya dari waktu ke waktu.
Tentu saja kosmetik memang membuat kepercayaan diri bagi wanita pemakainya meningkat. Ada beberapa studi yang meneliti tentang penggunakaan make-up kosmetik ini. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa kosmetik akan menjadi kebiasaan yang “adiktif” bagi pemakainya. Itu berarti bahwa wanita yang sudah terlanjur menggunakan kosmetik dalam kesehariannya akan merasa tidak nyaman bila ia tidak menggunakannya.